STAI Nusantara Banda Aceh Dorong Profesionalisasi Rumah Jurnal Melalui Audit Mutu Internal
Banda Aceh — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI). Dalam kegiatan tersebut, pengelolaan jurnal ilmiah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian untuk terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
Pelaksanaan AMI merupakan bagian penting dari sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi dievaluasi untuk melihat kesesuaiannya dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Ketua AMI STAI Nusantara, Azuwardi,S.H., ME, menyampaikan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya meningkatkan mutu akademik perguruan tinggi. Menurutnya, jurnal bukan hanya menjadi media publikasi hasil penelitian dosen, tetapi juga merupakan bagian penting dari pengembangan budaya akademik dan peningkatan kualitas institusi.
“Pengelolaan jurnal harus terus diperkuat, baik dari aspek substansi maupun tata kelola editorial. Konsistensi penerbitan, kualitas artikel, proses peer review, kompetensi editor dan reviewer, serta penerapan etika publikasi harus menjadi perhatian,” ujar Azuardi.
Ia menambahkan, pengelola jurnal juga perlu memastikan kelengkapan informasi pada laman jurnal, ketepatan metadata artikel, sistem sitasi dan referensi, serta pengelolaan naskah melalui sistem jurnal elektronik secara profesional. Hal tersebut penting agar jurnal yang diterbitkan mampu memenuhi standar akademik dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Rumah Jurnal STAI Nusantara, Yusuf Zulkitli, mengatakan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti hasil dan rekomendasi AMI melalui penguatan tata kelola jurnal. Menurutnya, peningkatan kapasitas editor, reviewer, dan tim teknis menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.
“Kami berkomitmen melakukan pembenahan secara berkelanjutan, mulai dari pengelolaan OJS, proses peer review, penerapan etika publikasi, pengelolaan referensi, hingga pemenuhan berbagai standar akreditasi jurnal,” kata Yusuf.
Ia menilai hasil AMI menjadi momentum penting bagi pengelola Rumah Jurnal untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Setiap temuan dan rekomendasi akan menjadi bahan perbaikan agar pengelolaan jurnal semakin profesional, transparan, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas penelitian dosen.
Peningkatan kualitas jurnal memiliki arti strategis bagi STAI Nusantara. Jurnal yang dikelola secara profesional dapat menjadi wadah bagi dosen dan peneliti untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperluas kontribusi akademik perguruan tinggi.
Melalui pelaksanaan AMI, STAI Nusantara diharapkan mampu membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga menghasilkan perbaikan nyata dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.
Dengan evaluasi dan tindak lanjut yang konsisten, kualitas pengelolaan jurnal di lingkungan STAI Nusantara diharapkan terus meningkat serta mampu mendukung penguatan budaya akademik dan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
