Penutupan PPKM Internasional di MATSA, STAI Nusantara Jemput 15 Mahasiswa dari Pulau Pinang Malaysia
Pulau Pinang, Malaysia — Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (PPKM) Internasional mahasiswa STAI Nusantara Banda Aceh resmi ditutup dan dijemput kembali pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Madrasah As-Syaksiah Tahfiz Sanis (MATSA), Pulau Pinang, Malaysia. Program ini berlangsung selama 28 hari, mulai tanggal 2 hingga 29 Oktober 2026. Acara penutupan dan penjemputan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Akademik STAI Nusantara, Muslem, S.Pd.I., MA., Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI Nusantara, Muhammad Syukur, Ph.D. sebagai penanggung jawab program, pimpinan MATSA, Ustaz Usman, para guru, ustaz dari mitra, serta 15 mahasiswa peserta PPKM.
Penutupan dan penjemputan ini menandai berakhirnya rangkaian program PPKM Internasional yang merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Nusantara Banda Aceh. Program ini setara dengan 20 SKS, meliputi Praktik Pengalaman Lapangan, Asistensi Mengajar, dan Kuliah Pengabdian Masyarakat.
Sebanyak 15 mahasiswa peserta PPKM ditempatkan di enam lokasi madrasah yang berbeda di Pulau Pinang, yaitu Madrasah As-Syaksiah Tahfiz Sanis (MATSA), Akademi Al-Qur’an As Syamil (AQSA), Madrasah al-Qur’an wal Arrabiah (MAWAR), Madrasah Al-Aminiah, Sriti Al-Qawwam Nibong Tebal, dan Madrasah Adda’wah Al-Islamiyyah (MADI). Selama program, mereka dibimbing oleh ustaz dan mentor dari masing-masing sekolah dan dimonitor oleh Dosen Pembimbing Lapangan dari STAI Nusantara. Penempatan di enam lokasi ini bertujuan memberikan pengalaman mengajar dan pengabdian yang beragam, sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.
Dalam sambutan penutupannya, Wakil Ketua Bidang Akademik STAI Nusantara, Muslem, S.Pd.I., MA., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada MATSA dan seluruh sekolah mitra yang telah menerima mahasiswa seperti keluarga sendiri. “Hari ini kita bukan sekadar menutup program, tetapi menjemput pulang pelajar-pelajar kami. Kami datang untuk mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada MATSA, para guru/ustaz, mentor, dan staf yang telah membimbing dengan sabar dan tulus,” ujarnya.
Muslem menegaskan bahwa 20 SKS dalam program PPKM bukan sekadar angka di transkrip, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, pengalaman belajar dan mengabdi di luar negeri. “Para pelajar kami belajar untuk mengajar, mengelola kelas, memahami budaya Melayu, dan menjadi Muslim yang moderat, ramah, serta menghargai perbedaan. Pengalaman ini tidak akan mereka dapatkan di dalam kelas biasa,” jelasnya.
Kepada para mahasiswa, Muslem berpesan agar mereka menjaga nama baik almamater dan menyelesaikan seluruh kewajiban akademik. “Kalian adalah angkatan pertama STAI Nusantara yang melaksanakan program PPKM luar negeri. Jangan lupakan MATSA, jangan lupakan guru dan ustaz yang telah membimbing kalian,” pesannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama program berlangsung terdapat tutur kata atau sikap para pelajar kami yang kurang berkenan. “Kami mohonkan maaf yang sebesar-besarnya. Dan izin pamit kami menjemput pelajar kami untuk kembali Kampus STAI Nusantara Banda Aceh. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan MATSA, Ustaz Usman, menyambut baik kehadiran mahasiswa STAI Nusantara dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka selama program. “Kami sangat senang menerima mahasiswa dari Aceh. Mereka telah membantu proses pembelajaran dan kegiatan keagamaan di sekolah. Dan insyaallah tahun mendatang program ini bisa berjalan lebih baik dari tahun ini,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa, penyerahan cendera mata, dan penyerahan kembali mahasiswa kepada pihak STAI Nusantara. Dengan penutupan ini, rangkaian Program PPKM Internasional di MATSA dan lima sekolah mitra lainnya di Pulau Pinang resmi berakhir. Seluruh mahasiswa dijadwalkan kembali ke Banda Aceh pada tanggal 30 Oktober 2026 untuk menyusun laporan akhir dan memproses konversi 20 SKS serta SK Rekognisi dari Wakil Ketua Bidang Akademik.
