Bekali Mahasiswa KPM, STAI Nusantara Tekankan Pentingnya Memahami Kondisi Masyarakat
Banda Aceh — Mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) STAI Nusantara Banda Aceh diminta memahami berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat sebelum menyusun dan menjalankan program pengabdian. Kegiatan KPM diharapkan tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Nusantara Banda Aceh, Muhammad Syukur, Lc., MA., PhD, dalam pembekalan KPM mahasiswa. Ia menekankan pentingnya mahasiswa melakukan pengamatan langsung dan membangun komunikasi dengan masyarakat sebelum menentukan program.
“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu persoalan yang terjadi di masyarakat. Jangan langsung menentukan program, tetapi lihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, dengarkan mereka, dan pahami kondisi di lapangan,” ujar Muhammad Syukur.
Menurutnya, persoalan masyarakat dapat mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, lingkungan, hingga persoalan generasi muda. Karena itu, mahasiswa perlu berkomunikasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Nusantara Banda Aceh, Zikrullah Nuzuli, M.Pd. Ia mengatakan KPM merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan masyarakat. Pahami karakter dan kebutuhannya, kemudian gunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat,” kata Zikrullah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga etika, kedisiplinan, komunikasi, dan nama baik almamater selama berada di lokasi KPM. Menurutnya, sikap mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan KPM sebagai ruang belajar, mengabdi, dan membangun kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
